Selasa

21 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 9 Maret 2013 | 13:54 WIB

    Telah dibaca 1360 kali

    Rakyat Sakit Hati, Golput Pilgubsu Tinggi

    Budiman Pardede
    Warga pemilih di TPS 5 Kelurahan Teladan Timur Kec Medan Kota sedikit yang datang saat Pilgubsu digelar, Kamis (7/3/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Warga Medan dan beberapa praktisi politik menduga, angka Golput tinggi dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 7 Maret 2013 dilatarbelakangi sakit hati, sikap apatis dan jenuh masyarakat. Kondisi miris kekinian jadi alasan pamungkas terkait situasi yang tak berubah walau pemimpin berganti.

     

    Saur Sihaloho, S.Sos, SH (42), diantaranya. Kepada MartabeSumut, Sabtu siang (9/3/2013), warga Padangbulan Medan itu terang-terangan menyebut sikap apatis warga merupakan cermin sakit hati atas kebijakan pemimpin daerah yang ingkar memajukan kesejahteraan rakyat. Sementara hasil Pilgubsu yang diprediksi melalui hitung cepat atau quick count, dianggapnya bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan disebabkan aktivitas pelanggaran money politics pasca Pilgubsu berlangsung. "Terjadi kok 'serangan fajar' bagi-bagi uang. Wajar saja Golput tinggi karena warga tidak percaya, sistem Pemilukada curang dan disusupi mafia. Sudah ada indikasinya di Kab Langkat yang memenangkan pasangan tertentu. Kandidat bermain politik uang melalui peran mafia," beber Saur.  Pada sisi lain, Saur juga menyatakan setuju dengan pernyataan salah satu kandidat Cagubsu pasca penghitungan suara versi quick count. "Cagubsu tersebut mengatakan 'kemenangan sebagian kecurangan, jadi tidak perlu menggugat kesana kemari'. Itu yang dikatakannya, jadi saya menduga memang rakyat tidak percaya, sakit hati dan faktanya mafia bermain dengan serangan fajar," sindir Saur.

     

    Rakyat Jenuh

     

    Di tempat terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) juga  sepakat mengakui kalau rakyat Sumut jenuh menggunakan hak pilih sehingga tingkat Golput tinggi dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 7 Maret 2013.

     

    Sumber MartabeSumut yang dikonfirmasi terpisah di gedung Dewan, Jumat (8/3/2013), seperti Oloan Simbolon, Syahrial Harahap, Rizal Sirait dan Aduhot Simamora, memastikan, tingkat Golput yang tinggi tidak terlepas dari kejenuhan masyarakat Sumut terhadap realita yang dihadapi dan dihubungkan dengan sikap kandidat yang terpilih nantinya. Menurut politisi Partai Persatuan Nasional (PPN) Oloan Simbolon, rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilgubsu memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Ketua Komisi A DPRDSU ini berkeyakinan, sikap apatis dan Golput patut dijadikan pembelajaran bagi pemerintah daerah dan semua calon-calon. Makanya, siapapun yang terpilih kelak, Oloan mengimbau agar jangan lagi banyak bicara ketimbang berbuat nyata. "Buktikan perbuatan yang memajukan rakyat dan pembangunan daerah. Mari sama-sama kita doakan supaya yang terpilih memimpin Sumut ini benar-benar dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa diskriminasi," ingat Oloan.

     

    Hal senada dilontarkan Syahrial Harahap. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, selain tingkat kejenuhan yang melahirkan keputusan apatis, masyarakat juga banyak yang tidak memperoleh undangan untuk memilih. "Di daerah saya saja ada puluhan warga yang tidak mendapat undangan C6. Akibat tidak ada undangan, sikap jenuh membuat mereka enggan meminta atau menanyakan undangan tersebut," aku Syahrial. Sementara politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rizal Sirait lebih keras lagi. Persoalan kejenuhan rakyat Sumut dianggapnya sebagai masalah klasik yang kerap diabaikan calon-calon pemimpin daerah. "Coba Anda bayangkan, di kawasan Medan Amplas tempat saya memilih angka Golput sangat tinggi. Dari TPS saya saja ada lebih separo pemilih yang tidak datang berdasarkan jumlah DPT. Ketika saya tanyakan, semua menegaskan tidak ada gunanya menggunakan hak pilih karena kondisinya akan sama saja walau siapapun terpilih," ungkap Rizal.

     

    Golput Aktif

     

    Ironisnya lagi, lanjut Rizal, mayoritas pemilih yang menggunakan hak justru menjadi golput aktif dengan mencoblos semua tanda gambar di TPS. Sedangkan Aduhot Simamora, politisi Partai Hati Nurani akyat (Hanura) menjelaskan, keputusan apatis dan jenuh adalah wujud dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap calon pemimpin yang institusional. Menurut Aduhot, Pilgubsu atau pemilihan kepala daerah memang cenderung memunculkan sikap apatis warga. Tapi saat pemilihan calon legislatif, Aduhot mengakui situasinya berbeda drastis. "Mereka tahu siapa yang dipilih karena mereka tahu kemana mengadu nantinya. Caleg-caleg pun pasti tidak mau bermain-main dengan konstituen," ucap Aduhot, sembari mengajak semua pihak terkait menjawab ketidakpercayaan, sikap apatis, rasa sakit hati dan kejenuhan rakyat dengan jalan memberi penyadaran secara berkesinambungan serta menunjukkan bukti setelah terpilih nantinya.

    Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melansir Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah dimutakhirkan terakhir kalinya pada Senin 25 Februari 2013. Jumlah DPT sebelumnya 10.295.013 jiwa bertambah sebanyak 15.859 orang sehingga total pemilih untuk Pilgubsu 7 Maret 2013 mencapai 10.310.872 jiwa. Namun saat Pilgubsu digelar di 33 kab/kota se-Sumut, beberapa lembaga survey Nasional memperkirakan, dari jumlah DPT yang dipersiapkan, angka Golput dalam Pilgubsu 7 maret 2013 mencapai angka 51% - 55%. Lebih tinggi dari pesta demokrasi di negara Amerika Serikat yang berada pada kisaran angka 40% - 47%.

     

    Nih Bukti Golput Tinggi di Medan Saat Pilgubsu

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, bukti Golput tinggi saat Pilgubsu 7 Maret 2013 dapat dilihat secara nyata di Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota. Daerah itu belum termasuk tempat-tempat lain di wilayah Medan atau 33 kab/kota di Sumut. Dari 585 daftar pemilih tetap (DPT) yang disediakan untuk TPS 5 Kel Teladan Timur Kec Medan Kota, cuma 195 orang saja yang datang dan menggunakan hak pilih.


    Sebanyak 390 Golput di TPS 5

     

    Ketua KPPS TPS 5 Tumpal Hutabarat yang dikonfirmasi MartabeSumut disela-sela pemungutan suara di Jalan Aman II, mengatakan, dari 585 jumlah DPT yang ada, pemilih yang menggunakan hak sebanyak 195 orang. Diantaranya 99 orang laki-laki dan perempuan 96 jiwa. "Jumlah itu sudah termasuk tambahan atau pindahan 3 orang dari TPS lain. Jadi jumlah pemilih di TPS 5 cuma 195 orang. Tidak mencapai separo dari jumlah DPT yang ada atau 390 orang Golput. Kayaknya masyarakat apatis ya," duga Hutabarat, sembari menambahkan, anggaran operasional pemungutan suara yang diberikan KPU Sumut untuk TPS 5 Kel Teladan Timur Kec Medan Kota sebesar Rp. 2.174.000 dengan personel 7 orang.

    Dia juga merinci, setelah penghitungan suara dilakukan di hadapan 5 saksi masing-masing kandidat, pasangan Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi (nomor urut 2) mendapat jumlah suara tertinggi 65 pemilih. Disusul Gus Irawan Pasaribu-Sukirman (no urut 1) = 52 suara, pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi (nomor urut 5) = 50 suara, Amri Tambunan-RE Nainggolan (nomor urut 4) = 10 suara dan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal Tanjung (nomor urut 3) = 8 suara. "Surat suara batal 10 dan pemilih yang tak datang berjumlah 390 orang," ungkap Hutabarat lagi.

    TPS 7 Ada 362 Pemilih Apatis

    Data lain dihimpun MartabeSumut pada beberapa TPS di Kel Teladan Timur Kec Medan Kota menunjukkan situasi serupa. Di TPS 7 Jalan Pelajar Medan terdapat 519 DPT dengan suara pemilih 157 orang dan yang apatis atau tidak datang menggunakan hak pilih mencapai 362 jiwa. Dari 157 surat suara yang dihitung ada 3 surat suara batal. Hasil penghitungan suara di TPS 7 menunjukkan: pasangan Gus Irawan Pasaribu-Sukirman (no urut 1) = 29 suara, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi (nomor urut 2) mendapat suara 26 pemilih, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal Tanjung (nomor urut 3) = 17 suara, Amri Tambunan-RE Nainggolan (nomor urut 4) = 20 suara dan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi (nomor urut 5) = 65 suara.


    TPS 8 Sebanyak 345 Pemilih Tidak Datang

    Sementara di TPS 8 terdapat 551 DPT. Sedangkan pemilih yang hadir ke lokasi TPS Jalan Pelajar Medan sebanyak 206 dan yang tidak datang alias Golput mencapat 345 orang. Dari 206 surat suara yang dihitung, suara batal mencapai 5 kertas. Penghitungan surat suara menghasilkan: pasangan Gus Irawan Pasaribu-Sukirman (no urut 1) = 42 suara, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi (nomor urut 2) mendapat suara 59 pemilih, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal Tanjung (nomor urut 3) = 18 suara, Amri Tambunan-RE Nainggolan (nomor urut 4) = 14 suara dan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi (nomor urut 5) = 73 suara.

    TPS 4 Pemilih Hadir Semua

    Untuk TPS 4 yang berlokasi di Jalan Aman I, DPT berjumlah 181 pemilih. Dari jumlah tersebut terdapat 1 suara batal. Pasangan Gus Irawan Pasaribu-Sukirman (no urut 1) = 26 suara, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi (nomor urut 2) mendapat suara 87 pemilih, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal Tanjung (nomor urut 3) = 6 suara, Amri Tambunan-RE Nainggolan (nomor urut 4) = 34 suara dan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi (nomor urut 5) = 27 suara.


    Partisipasi Rendah

    Kepala Kelurahan Teladan Timur Kec Medan Kota Suhairi, mengaku heran dengan angka Golput dan sikap apatis warga yang tidak mewujudkan hak politik masing-masing. "Ya saya rasa partisipasi rakyat di wilayah Teladan Timur sanga rendah dengan fakta Pilgubsu ini. Saya heran juga, tapi kita mau bilang apa lagi? Yang jelas jauh-jauh hari sudah kami sosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih," ucap Suhairi kepada MartabeSumut, Kamis sore (7/3/2013). Menurut Suhairi, hanya masyarakat sajalah yang tahu apa alasan tidak memilih, apatis atau Golput. "Mudah-mudahan kedepan partisipasi warga semakin tinggi dengan kepemimpinan daerah yang baru," harapnya. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Rakyat Sakit Hati, Golput Pilgubsu Tinggi'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER