Kamis

18 Jul 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 4 Maret 2013 | 16:43 WIB

    Telah dibaca 1182 kali

    Atribut Kampanye Bertaburan, Panwaslu Dituding Banci, Panwaslu pun Tuding 5 Cagubsu Tak Cerdas

    Grevin
    Salah satu baliho besar (gambar disamarkan putih) milik 1 pasang kandidat masih terpampang di Jalan HM Yamin Medan, Senin sore (4/3/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

    Beberapa masyarakat Kota Medan menuding Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Medan banci, tidak tegas dan mandul menegakkan aturan terkait penertiban alat peraga kampanye 5 kandidat yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 7 Maret 2013. Sebab, masa kampanye yang dimulai sejak 18 Februari sampai 3 Maret 2013, disebut-sebut formalitas belaka tatkala alat peraga kampanye 5 kandidat masih bertaburan bebas di tempat-tempat publik. Panwaslu pun tidak terima dituding sepihak. Lalu balik menuding 5 pasang Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dan Cawagubsu yang tidak cerdas dalam mematuhi etika kampanye.
     
    Sumber MartabeSumut yang dikonfirmasi secara terpisah, Senin (4/3/2013), menyesalkan penegakan aturan yang tidak berjalan. "Panwaslu mandul dan banci. Masak sudah habis masa kampanye, alat peraga dibiarkan terus terpajang," sesal Rahmanuddin Halawa (25). Menurut alumnus Tekneik Elektro ITM ini, selain banci dan mandul, kelembagaan Panwaslu Kota Medan terindikasi telah 'main mata' dengan penguasa serta semua kandidat Pilgubsu. "Kenapa mereka tidak tegas? Saya saja sebagai warga Medan risau melihat alat peraga yang seharusnya sudah diturunkan semua," ketusnya.

    Pembelajaran Kurang Baik pada Masyarakat

    Hal senada dilontarkan Rudy Batubara (37), pegawai swasta. Warga Jalan Sakti Lubis Medan itu menyatakan terkejut saat mengetahui alat peraga 5 pasang kandidat Cagubsu dan Cawagubsu masih berdiri kokoh di berbagai poenjuru kota. Menurut Rudy, fakta tersebut jelas-jelas memberikan pembelajaran yang kurang baik kepada masyarakat luas. "Masak Panwaslu membiarkan pelanggaran aturan. Kan sudah jelas tanggal 3 Maret 2013 pukul 00.00 WIB masa akhir kampanye. Jadi kenapa sampai sekarang belum dibereskan, ada apa dengan Panwas kita ini ya," sindir Rudy. Bagi dia, adalah hal yang sangat mungkin bila Panwas telah terkontaminasi oleh kepentingan politik kekuasaan atau parpol tertentu pendukung kandidat. "Kalo Panwas tidak mau dibilang banci atau mandul, kenapa gak ditertibkan alat peraga kampanye? Berarti Panwas melanggar aturan dong," tegasnya dengan nada tinggi.

    Pengamatan MartabeSumut, Senin pagi-sore (4/3/2013) pada ruas-ruas jalan di Kota Medan, alat peraga kampanye yang bertaburan berbentuk baliho besar dan terpasang menjulang ke atas dengan ketinggian  5-10 Meter. Baliho-baliho kampanye milik 5 pasang Cagubsu/Cawagubsu itu berdiri kokoh di Jalan SM Raja, Jalan Juanda, Jalan HM Yamin, Jalan Majapahit serta beberapa ruas jalan lain. Ironisnya lagi, 2 unit baliho kampanye milik salah satu pasangan Cagubsu/Cawagubsu justru terpampang 'manis' di depan kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

    Cagubsu dan Cawagubsu Tidak Cerdas

    Menanggapi situasi tak taat aturan tersebut, anggota Komisioner Panwaslu Medan Irfan Fadila, menolak dikatakan banci, mandul apalagi tidak menegakkan aturan. "Kami sudah surati Walikota Medan terkait masalah ini. Benar, seharusnya pada tanggal 3 Maret 2013 pukul 03.00 WIB semua alat peraga sudah diturunkan. Tapi pihak Pemko Medan mengatakan masih terikat kontrak pemasangan baliho antara pihak advertising/periklanan dan 5 kandidat," ujar Irfan kepada MartabeSumut, Senin sore (4/3/2013). Saat dikejar lagi bahwa jadwal kampanye merupakan aturan baku yang tidak bisa dihubung-hubungkan dengan bisnis advertising pengusaha dengan Pemko Medan atau terkait kepentingan 5 kandidat, Irfan pun tidak mengingkarinya. "Kami sedang rapat bersama Pemko Medan untuk membahas masalah itu. Terimakasih informasinya, tolong beri kami waktu sampai tanggal 4 Maret 2013 untuk menurunkan semua alat peraga dari lokasi publik," janji Irfan, sembari menambahkan, seharusnya tim sukses, parpol pendukung dan khususnya 5 pasang Cagubsu/Cawagubsu berinisiatif menunurunkan alat peraga masing-masing saat masa kampanye usai. "Saya tegaskan ya, ke-5 pasang Cagubsu dan Cawagubsu itu tidak cerdas maju sebagai pemimpin. Mereka hanya pandai menaikkan iklan kampanye di tempat publik tapi tidak memiliki tanggungjawab menurunkan. Mereka tidak cerdas dan kurang beretika mematuhi masa kampanye," tuding Irfan blak-blakan. (MS/BUD/GREVIN)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Atribut Kampanye Bertaburan, Panwaslu Dituding Banci, Panwaslu pun Tuding 5 Cagubsu Tak Cerdas'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER