Rabu

26 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 2 Maret 2013 | 00:41 WIB

    Telah dibaca 1606 kali

    Lima Pasang Cagubsu/Cawagubsu Masih Sebatas Debat Kusir dan Jago "Ngeles"

    Budiman Pardede
    Lima pasang Cagubsu dan Cawagubsu saat mengikuti acara debat di Hotel Grand Angkasa Medan, Jumat malam (1/3/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

    Lima pasang Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dan Cawagubsu masih suka menampilkan pola-pola diskusi yang mengandalkan debat kusir, solusi mengambang dan gaya 'ngeles' atau mengelak memberi jawaban dengan cara-cara pintas. Buktinya, saat sessi debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut dan disiarkan langsung stasiun TV One, Jumat malam (1/3/2013) di Hotel Grand Angkasa Medan, pola debat kusir dan "ngeles" sangat akrab dipertontonkan hanya demi menjustivikasi (membenarkan) visi misi masing-masing.

    Pantauan MartabeSumut di lokasi, selain debat kusir dengan jawaban mengambang, semua calon juga menyampaikan pemikiran sebatas normatif tanpa ketegasan solusi taktis yang mudah dicerna rakyat yang melihat atau mendengar. Simak saja 5 topik debat terkait sulitnya pengurusan E-KTP, pendidikan susah bagi warga miskin, harapan para penderita kusta, jalan lintas Sumatera (Jalinsum) rusak dan nelayan yang kesulitan meningkatkan perekonomian. Semua pasangan tidak berhasil mencerminkan jawaban jelas saat didebat. Namun lebih suka menekan, memojokkan, mengambang dan bercanda-canda. "Bagaimana cara konkret Pak Simbolon untuk membantu para penderita kusta," tanya Cagubsu Chairuman Harahap kepada Cagubsu Effendi Simbolon. Dengan lantang Effendi menjawab kalau penderita kusta adalah bagian dari panca programnya menyangkut kesehatan masyarakat. "Anggaran kesehatan akan kami tingkatkan, tidak cukup APBD Sumut 2013 Mas Gatot sebesar Rp. 8,8 Triliun itu. Perlu dari luar APBD dan politik anggaran. Persoalan penyakit yang diderita masyarakat adalah menyangkut kemanusiaan, jadi harus maksimal dana ke sana," jawab Effendi. Mendengar itu, Cawagubsu Fadly Nurzal Tanjung angkat bicara. "Apa strategi konkretnya Bang Effendi," kejar Fadly. "Kau lihat sajalah setelah tanggal 7 Maret nanti," tepis Effendi Simbolon bernuansa 'ngeles'.

     

    Effendi Simbolon Tuding Amri Tambunan Lansia

     

    Pada debat bagian lain dapat diamati juga ketika Cagubsu Amri Tambunan dan Cawagubsu RE Nainggolan berbicara mengenai kondisi Jalinsum yang rusak parah di berbagai wilayah Sumut. Namun karena kesulitan mencerna kalimat Amri Tambunan yang memang sangat lambat dan pelan, Cagubsu Effendi Simbolon tiba-tiba melepaskan suara tinggi. "Inilah bedanya kalau lansia (lanjut usia-Red) berbicara. Beda dengan kalangan muda yang terdengar jelas dan tegas," ucap Effendi memojokkan. Cawagubsu Djumiran Abdi tak mau ketinggalan. Dia langsung menyindir Cagubsu Gatot Pujo Nugroho dengan kalimat jenaka. "Tadi Pak RE bilang 30 persen jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten di Sumut ini rusak parah. Sementara Pak Gatot pernah bilang cuma 9 persen. Mana yang betul? Tapi saya lebih percaya Pak RE daripada Pak Gatot. Kalau jalan rusak, apa karena aspalnya atau uangnya yang dikorupsi," sindir Djumiran Abdi. Dan ketika Cagubsu Gus Irawan memberikan resep untuk menuntaskan kehidupan nelayan miskin melalui kredit Rp.500 ribu- Rp.1 juta, calon lain juga langsung mematahkan dengan alasan kehidupan masyarakat ekonomi lemah jangan diajari budaya berhutang. "Kredit itu menjerat warga miskin. Belum lagi toke-toke yang membuat nelayan menderita terus akibat terikat hutang piutang," tuding Cawagubsu Erry Nuradi. "Ya makanya program kami akan membina para nelayan untuk lebih mandiri," jawab Cawagubsu Sukirman lagi dengan enteng, menanggapi Erry Nuradi.

     

    Begitulah gaya berdebat ke-5 pasang Cagubsu/Cawagubsu. Masih terlihat sebatas retorika debat kusir, jawaban mengambang, memojokkan tak tentu arah dan 'ngeles' tatkala terpojok atau kesulitan menjawab. Simak lagi petikan-petikan mereka berikut ini: "Bapak kan dulu Sekda, kenapa Jalinsum di Sumut gak bisa diperbaiki," tuding Cagubsu Effendi Simbolon dan Cagubsu Chairuman Harahap kepada Cawagubsu RE Nainggolan. "Bapak kan belum pernah Bupati, makanya tidak tahu situasi di daerah," tukas Amri Tambunan dan RE Nainggolan pula kepada Chairuman Harahap dan Effendi Simbolon. Beberapa pertanyaan Panelis Prof Subhilhar, PhD (USU) dan Dr Ichsanuddin Noorsy (pengamat ekonomi politik Nasional) juga banyak yang tidak berhasil dijawab secara jelas oleh ke-5 pasang Cagubsu/Cawagubsu. Saat debat berlangsung, di luar gedung sempat terjadi aksi penyanderaan mobil salah satu Cagubsu oleh sekelompok demonstran. Namun polisi bisa mengendalikan keadaan, yang sejak awal telah mempersiapkan secara ketat pengamanan dengan ratusan personel di lokasi kegiatan.  

    Jago Debat Kusir
     
    Dalam kesempatan terpisah, Praktisi Hukum Marwan Rangkuti, SH, yang dikonfirmasi MartabeSumut via ponselnya, Jumat malam (1/3/2013), menegaskan, semua pasangan Cagubsu/Cawagubsu hanya jago berdebat kusir di depan publik. Kemudian menampilkan jawaban manis di bibir, mengambang dan suka 'ngeles' manakala terpojok memberi jawaban. "Saya mengikuti peyampaian visi misi mereka di DPRDSU pekan lalu, uji publik Kadinsu di TV kemarin dan debat mereka di TV hari ini. Jawaban mereka mengambang, lips service belaka, debat kusir dan suka ngeles," sesal Marwan.

    Pengacara muda itu membeberkan, berbagai persoalan serius terkait penegakan hukum di seputar kasus tanah, korupsi dan hak-hak normatif buruh/tenaga kerja, justru tidak disinggung ke-5 pasangan. Lucunya lagi, timpal Marwan, semua Cagubsu/Cawagubsu bangga mengusung agenda Sumut sejahtera namun tidak satupun yang berani tegas berbicara jelas bagaimana melawan korupsi atau menyelesaikan ribuan sengketa tanah di penjuru Sumut. "Bagaimana Sumut mau sejahtera? Jangankan saya, warga di desa-desa saja tahu kalau visi-misi Cagubsu/Cawagubsu yang didengar publik Sumut cuma indah cerita ketimbang realita. Sayang sekali para panelis itu lupa bertanya tentang strategi penuntasan kasus-kasus tanah di Sumut ini," heran Marwan. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Lima Pasang Cagubsu/Cawagubsu Masih Sebatas Debat Kusir dan Jago "Ngeles"'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER